Inovasi Strategi dan Media Pembelajaran Sejarah untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Abad 21
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model pembelajaran sejarah naratif reflektif yang membantu siswa memahami empati, yang merupakan kemampuan penting di abad ke-21. Masalah sosial seperti perundungan dan intoleransi disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang untuk memahami perspektif orang lain, menurut penulis. Di Kota Banjarmasin, 1.000 siswa sekolah menengah atas dan 21 guru menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model 4-D.
Interpersonal Reactivity Index (IRI), wawancara, dan kuesioner preferensi belajar digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sejarah naratif reflektif sangat efektif dalam memupuk empati siswa. Ini menunjukkan bahwa skor empati rata-rata siswa meningkat dari 13,28 pada pretest menjadi 25,68 pada posttest. Secara kualitatif, siswa dapat menemukan masalah seperti toleransi dan anti-diskriminasi dalam materi sejarah. Artikel ini penting karena menawarkan solusi praktis melalui kurikulum sejarah untuk mengatasi kekurangan empati di era digital. Kelebihan dari artikel ini adalah bahwa itu menggabungkan pengembangan karakter emosional dengan pemahaman sejarah yang kuat.
