Implementasi Edutainment, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah

Authors

  • Muhammad Nabil Ramadhan FKIP ULM Author

Abstract

ANOTASI BIBLIOGRAFI IMPLEMENTASI EDUTAINMENT, PROBLEM-BASED LEARNING, DAN PROJECT-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH

Muhammad Nabil Ramadhan

Email: 2510111210030@mhs.ulmi

Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Putri, N. 1., Fadillah, M. R., Putri. A. L., Nurhasanah, A., & Hidayat, A. R. (2024), Analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII IPA 3 di SMAN 7 Kota Serang pada mata pelajaran sejarah demokrasi liberal. JEJAK: Jumal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 4(1), 60-73.

Artikel ini membahas yaitu rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah pada materi Demokrasi Liberal di SMA Negeri 7 Kota Serang Juga Merekomendasikan penerapan model Problem-Based Leaming (PBL) dan pendekatan Scaffolding untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis swa. Artikel ini relevan sebagai sumber kajian dalam bidang pendidikan sejarah karena memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kemampuan berpikir kritis. iswa serta menawarkan strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di era abad ke-21.

Priyatno, O. H., Pitriani, A., Susanto, H., Nadilla, D. F. & Fathurrahman, F. (2026). Effectiveness Of Project-Based Learning (PjBL) On Students' Critical Thinking Skills In History Learning. Jurmal Studi Guru dan Pembelajaran, 9(1), 101-111.

Artikel ini merupakan telash efektivitas model Project-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejurah di SMA Negeri 1 Alalak. Dengan Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Artikel ini juga menegaskan bahwa pembelajaran sejarah yang berbasis proyek mampu mengubah pola belajar siswa dari sekadar menghafal fakta menjadi proses berpikir tingkat tinggi yang lebih aktif, reflektif, dan bermakna. Sebagai referensi dalam kajian pendidikan sejarah karena memberikan bukti empiris bahwa penerapan PjBL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan. kemampuan berpikir kritis dan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik.

Fathurrahman, F., Sutimin, L. A., Susanto, H., Maulana, W. I., & Wijayanti, F. (2025). PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL BERBASIS PENDEKATAN EDUTAINMENT Dinamika Sosial: Jumal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 4(3), 359-370.

 

Artikel ini membahas penerapan pendekatan Edutainment berbasis sejarah lokal untuk meningkatkan minat dan keter keterlibatan siswa SMA dalam pembelajaran sejarah. Masalah utama yang diangkat adalah dominasi metode konvensional (berpusat pada guru) yang membuat siswa pasif, sekadar menghafal fakta, dan gagal melihat relevansi sejarah, yang kontras dengan karakteristik siswa abad ke-21 yang menyukai pembelajaran interaktif dan berbasis teknologi. Menggunakan metodologi studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, peneliti menyintesis artikel ilmiah dari basis data SINTA dan Scopus terkait digital storytelling, gamifikasi, dan sejarah lokal, dengan validitas yang dijaga melalui triangulasi sumber serta analisis isi pedagogis dalam pengembangan historical empathy. Dalam tiap numusan juga dikembangkan beberapa atribut yang diperlukan untuk pencapaian historical empathy.

Lestari, M., Susanto, H., & Prawitasari, M. (2024). Implementasi Kebijakan Program MBKM Pada Program Studi Pendidikan Sejarah. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 4(2), 1354-1366.

Artikel ini menganalisis implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan MBKM telah berjalan. cukup baik melalui penyesuaian kurikulum, pemberian akses kepada mahasiswa untuk mengikuti berbagai program MBKM, serta dukungan program studi dalam proses konversi musta kuliah. Meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan dosen pembimbing, sistem monitoring yang belum optimal, dan mekanisme pengakuan kredit yang perlu disempurnakan. Keberhasilan MBKM memerlukan kolaborasi yang kuat antara program studi, dosen, dan mahasiswa. Artikel ini relevan sebagai dalam kajian pendidikan tinggi karena memberikan gambaran mengenai implementasi MBKM beserta manfaat dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Susanto, H.. & Akmal, H. (2018). Efektivitas Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Berbasis Mobile Smartphone Sebagai Media Pengenalan Sejarah Lokal Masa Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Historia: Jumal Program Studi Pendidikan Sejarah, 6(2), 197-206.

Artikel ini mengkaji pengaplikasian media pembelajaran sejarah berbasis smartphone dalam mengenalkan sejarah lokal, terutama untuk materi "Masa Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan". Pembahasan dalam artikel ini menguraikan aspek-aspek aplikatif dalam penggunaan smartphone mobile dan efektivitasnya dalam memperkenalkan materi sejarah lokal. Tulisan ini menyajikan aspek metodologis dan teknis penggunaan media pembelajaran sejarah di era teknologi informasi. Berdasarkan pembahasan dalam artikel ini, diketukai bahwa

Simpulan Konseptual Anotasi Bibliografi

Pembelajaran sejarah pada abad ke-21 memerlukan inovasi strategi dan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan kompetensi peserta didik. Pendekatan Edutainment berbasis sejarah lokal terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui pernanfaatan teknologi, gamifikasi, dan digital storytelling yang menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Implementasi kebijakan MBKM menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian mengenai kemampuan berpikir kritis siswa mengungkapkan bahwa pembelajaran sejarah masih menghadapi kendala berupa dominasi metode konvensional yang menyebabkan rendahnya kemampuan analisis dan evaluasi siswa. Oleh karena itu, model Problem-Based Learning (PBL), Scaffolding, dan Project-Based Learning (PjBL) direkomendasikan sebagai cara alternatif yang efektif untuk mendorong pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berbagai kajian tersebut menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran sejarah perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi, pembelajaran berbasis proyek dan masalah, serta penguatan kompetensi abad ke-21 agar peserta didik tidak hanya memahami fakta sejarah, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan. Implementasi Edutainment, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Implementasi Edutainment, Problem-Based Learning, dan Project-Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah. (2026). NAWASENA, 1(01). https://journal.eduhistory.id/index.php/ns/article/view/42